Tugas kuliah

 

PENGARUH TRAGEDI LUMPUR LAPINDO TERHADAP INTERAKSI DAN STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah                : Sosiologi Komunikasi

Dosen Pengampu        : Ahmad Faqih, S.Ag., M.Si.

 

 

Disusun oleh   :

Serur Roji (131211064)

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

  1. Pendahuluan

Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Dalam hakikatnya manusia mempunyai hasrat untuk hidup bersama dengan orang lain. Dengan memegang nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat

Di dalam sejarah perkembangan sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan, para sosiolog senantiasa berusaha untuk mengadakan klasifikasi terhadap masyarakat-masyarakat yang ada, seperti perbedaan antara masyarakat yang sederhana dengan masyarakat modern, masyarakat terbuka dengan masyarakat tertutup.

Durkheim membedakan antara masyarakat dengan struktur segmental dengan yang mempunyai struktur organik. Yang pertama adalah masyarakat yang terdiri dari bagian-bagian yang hampir merupakan replika dari masing-masing. Yang kedua merupakan masyarakat yang mempunyai diferensiasi yang kompleks, dimana terjadi hubungan organis antara bagian-bagian dari masyarakat tersebut. tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal, yang akan membentuk struktur sosial. Struktur sosial mencangkup semua hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu.

Oleh karena itu maka struktur sosial dapat disebut sebagai aspek non proses dari sistem sosial. Struktur sosial merupakan kerangka acuan yang utama dalam setiap studi tentang keteraturan hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat

  1. Identifikasi masalah
  • Apa pengertian masyarakat ?
  • Apa pengertian Struktur sosial dalam masyarakat ?
  • Apa respon masyarakat mengenai lumpur lapindo ?
  • Deskripsi Objek Studi
  1. PT Lapindo Brantas

Lapindo Brantas adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi di Indonesia.

Saham Lapindo Brantas dimiliki 100% oleh PT. Energi Mega Persada melalui anak perusahaannya yaitu PT Kalila Energy Ltd (84,24 persen) dan Pan Asia Enterprise (15,76 persen). Saat ini Lapindo memiliki 50% participating interest di wilayah Blok Brantas, Jawa Timur, Indonesia. Selain Lapindo, participating interest Blok Brantas juga dimiliki oleh PT Medco E&P Brantas (anak perusahaan dari MedcoEnergi) sebesar 32 persen dan Santos sebesar 18 persen. Dikarenakan memiliki nilai saham terbesar, maka Lapindo Brantas bertindak sebagai operator.

  1. Energi Mega Persada sebagai pemilik saham mayoritas Lapindo Brantas merupakan anak perusahaan Grup Bakrie. Grup Bakrie memiliki 63,53% saham, sisanya dimiliki komisaris EMP, Rennier A.R. Latief, dengan 3,11%, Julianto Benhayudi 2,18%, dan publik 31,18%.[1] Chief Executive Officer (CEO) Lapindo Brantas Inc. adalah Nirwan Bakrie yang merupakan adik kandung dari pengusaha dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Aburizal Bakrie.
  2. Masyarakat Korban Lumpur Lapindo

Warga yang mengalami kepanikan karena kehilangan tempat tinggal, warga yang kehilangan mata pencaharian, anak-anak warga yang mengalami gangguan proses belajarnya, lingkungan yang tidak lagi kondusif karena udara yang tercemar, serta trauma akibat bencana yang hingga kini sumber bencananya masih terus aktif menyemburkan lumpur.

 Kerangka teoritik

  1. Pengertian masyarakat

Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” berakar dari bahasa Arab, musyarakah. Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Syaikh Taqyuddin An-Nabhani seorang pakar sosiologi menjabarkan tentang definisi masyarakat, “sekelompok manusia bisa disebut sebagai suatu masyarakat apabila mempunyai pemikiran, perasaan, serta sistem atau aturan yang sama”. Dengan kesamaan itu, manusia lalu berhubungan saling berinteraksi antara sesama mereka berdasarkan kepentingan bersama.
Masyarakat sering dikelompokkan berdasarkan cara utamanya dalam mencari penghasilan atau kebutuhan hidup. Beberapa ahli ilmu sosial mengelompokkan masyarakat sebagai: masyarakat pastoral nomadis, masyarakat pemburu, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif disebut juga sebagai masyarakat peradaban. Sebagian pakar beranggapan masyarakat industri dan post-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari kelompok masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat bisa juga diorganisasikan atas dasar struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, suku, terdapat masyarakat band, chiefdom, dan masyarakat negara.

Kata society berasal dari kata latin, societas, yang mempunyai makna hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas berinduk pada kata socius yang memiliki arti teman, sehingga makna society berkaitan erat dengan kata sosial. Secara tersirat, kata society memiliki kandungan arti bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama

  1. Struktur sosial alam masyarakat

Struktur sosial berasal dari kata structum yang berarti menyusun, membangun untuk sebuah gedung dan lebih umum dipakai istilah konstruksi yang berari kerangka. Kata konstruksi memang tidak lazim untuk bangunan masyarakat, sebagai istilah ilmiah dipakai kata struktur sosial.

Dari definisi tersebut diatas disimpulkan bahwa struktur sosial merupakan tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat.

Ciri-ciri struktur sosial  :

  1. Bersifat abstrak
  2. Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat, artinya proses sosial yang terjadi dalam suatu struktur sosial termasuk cepat lambatnya proses itu sendiri sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk struktur sosialnya.
  3. Merupakan bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat.
  4. Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah.
  1. Analisis

Masih melekat kuat di ingatan masyarakat Indonesia, terutama warga Kabupaten Sidoarja, Jawa Timur tentang peristiwa semburan lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. Bagaimana tidak, kesalahan akibat segelintir orang itu masih menginggalkan duka mendalam bagi korban sampai saat ini.

Kesalahan prosedural dalam proses pengeboran minyak dan gas bumi perusahaan Aburazal Bakrie itu menenggelamkan kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Masyarakat adalah korban yang paling dirugikan dari peristiwa tersebut. Mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya kompensasi yang layak. Lapindo sangat sering mengingkari perjanjian – perjanjian yang telah disepakati bersama dengan para korban.

Berbeda dengan penanganan bencana yang melanda sejumlah daerah Indonesia belakangan ini yang terkesan lamban. Terhadap Lapindo respon pemerintah begitu tanggap padahal semburan lumpur Lapindo bukanlah bencana alam melainkan karena kesalahan prosedural perusahaan.

Meskipun Indonesia saat ini dalam status darurat bencana. Pemerintah tidak terlalu menghiraukannya. Tidak ada upaya dan koordinasi antar instansi pemerintah untuk menghadapi gelombang bencana yang melanda berbagai daerah di Indonesia.

PNBP merilis, jumlah korban mengungsi sudah mencapai 124.562 orang dan puluhan korban meninggal. Baik karena bencana banjir ataupun erupsi gunung berapi. Pemerintah juga tetap bergeming, ketika berbagai pihak mendesak agar menetapkan status Sinabung sebagai bencana nasional.

Lain halnya dengan penanganan lumpur  Lapindo. Meski ditentang berbagai pihak dan temuan pakar geologi dunia menyatakan bencana tersebut karena ulah manusia, pemerintah tetap menegaskannya sebagai bencana alam dan menetapkannya sebagai bencana nasional.

Untuk Lapindo, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 155 miliar dari APBN. Angka ini lebih besar dari anggaran untuk penanganan bencana nasional sendiri. Pemerintah tak seharusnya mengeluarkan dana sebesar ini, cukup minta pertanggungjawab Ical selaku pemilik PT Lapindo Berantas. Hal yang sangat mencederai rasa keadilan.

Banyak analisis terkait putusan pemerintah tersebut dan yang paling mendekati adalah merapatnya partai Golkar yang diketuai Ical ke kubu pemenangan pemilu 2009 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini tentu menguntungkan kedua belah pihak.

Posisi Ical sebagai ketua umum partai Golkar menjadi sangat strategis karena ia memiliki peluang untuk menjadi kandidat presiden pemilu 2014. Artinya, selama lima tahun pemerintahan SBY sebelumnya, Ical atau Golkar dapat menentukan peta politik pada periode tersebut untuk pemilu tahun ini.

Maka untuk mengurangi penolakan masyarakat terhadap Ical, kasus lumpur Lapindo harus segera diselasaikan. Tentu Ical tak mampu menyelesaikannya sendiri, ia membutuhkan bantuan pemerintah atau tepatnya SBY. Ical bahkan tak segan menyatakan bahwa tragedi lumpur Lapindo ia manfaatkan untuk mengangkat citranya.

 Penutup

  1. Kesimpulan

Tragedi meluapnya lumpur lapindo telah menimbulkan beberapa akibat atau dampak yang ditimbulkan dari semburan lumpur lapindo yang cukup banyak, terutama bagi warga sekitar. Dampak yang ditimbulkan menyangkut beberapa aspek, seperti dampak sosial dan pencemaran lingkungan. Ada beberapa dampak sosial yang terjadi akibat luapan lumpur lapindo, misal dampak terhadap perekonomian di Jawa Timur, dampak kesehatan, dan dampak pendidikan.

Dampak-dampak yang timbul telah lama dimintai pertanggungjawaban oleh warga. Namun warga belum merasakan ganti rugi oleh PT Lapindo serta tindakan pemerintah atas meluapnya lumpur panas tersebut. Akhirnya perpecahan mulai muncul antara pemerintah, PT Lapindo Brantas dan warga korban lumpur lapindo.

Perpecahan yang terjadi tentunya akan mempengaruhi interaksi sosial yang terjadinya antara pihak-pihak yang bersangkutan. Selain itu struktur sosial pun akan ikut terpengaruh. Misalnya kedudukan PT Lapindo dalam pandangan masyarakat yang menjadi korban.

  1. Saran

Demikian pemaparan mengenai tragedi lumpur lapindo dan hubungannya dengan interaksi sosial dan struktur sosial masyarakat. Dari penyusun menyarankan kepada pembaca agar dapat mengambil pelajaran dari isu yang terjadi.

LAMPIRAN

Janji Jokowi Bayar Korban Lumpur Lapindo Ditagih

Abdul Rouf

Senin,  8 Desember 2014  −  06:50 WIB

Ilustrasi (dok:Istimewa)

SIDOARJOKorban lumpur Lapindo di area peta terdampak berharap ada pelunasan pembayaran ganti rugi dari pemerintah. Pasalnya, Lapindo Brantas Inc sudah menyatakan tidak ada dana untuk melunasi ganti rugi.

Namun, akhir-akhir ini korban lumpur dibuat bingung oleh sejumlah pernyataan pejabat pemerintah yang masih mempersoalkan pembayaran ganti rugi itu harusnya ditanggung Lapindo Brantas Inc.

“Kok seolah penyelesaian ganti rugi berjalan mundur, dengan mempersoalkan lagi tanggungjawab ke Lapindo,” ujar Djuwito, salah satu korban lumpur asal Renokenongo, saat berbincang dengan wartawan, kemarin.

Djuwito menjelaskan, Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya sudah menyatakan tidak ada dana untuk pelunasan ganti rugi sebesar Rp781 miliar. Dan pertengahan tahun ini, sudah dilakukan pertemuan antara Minarak, Gubernur Jatim, Bupati Sidoarjo, dan Dewan Pengarah BPLS yang intinya pelunasan ganti rugi ditanggung pemerintah.

“Kenyataannya, sampai kini belum ada penyelesaian dari pemerintah. Korban lumpur jangan diombang-ambingkan seperti ini. Sudah ada keputusan ganti rugi ditanggung pemerintah, kok kini masih diperdebatkan lagi,” ujar korban lumpur lainnya.

Korban lumpur kecewa dengan Pemerintahan Jokowi, karena tidak segera menyelesaikan ganti rugi. Padahal, sebelumnya saat kampanye dihadapan ribuan korban lumpur, Jokowi mengatakan pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah lumpur.

Harusnya, Presiden Joko Widodo bertindak cepat dengan menyelesaikan pembayaran ganti rugi korban lumpur. “Kami sudah menderita selama delapan tahun, harusnya segera ada penyelesaian dari pemerintah. Bukan seperti saat ini,” sambung korban lumpur lainnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Mahmud mengatakan, bola penyelesaian ganti rugi korban lumpur ada di pemerintah. Pasalnya, Lapindo sudah angkat tangan, dan sudah ada keputusan pembayaran ganti rugi ditanggung pemerintah.

“Yang penting bagaimana permasalahan korban lumpur bisa segera diselesaikan. Pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk pelunasan ganti rugi Rp781 miliar di APNN-Perubahan 2015,” harapnya.

Sementara itu, tanggul lumpur Lapindo di titik 73 B Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang jebol sepekan lalu sudah mulai diperbaiki. BPLS menutup sementara tanggul menggunakan beberapa sesek (anyaman) bambu dan sandbag (karung pasir).

Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo menjelaskan, upaya penutupan itu dilakukan untuk mengurangi jumlah lumpur yang mengalir ke utara agar tidak menggenangi permukiman warga. Pihaknya juga terus mempercepat pekerjaan pembangunan tanggul baru dari titik 73 Kedungbendo hingga titik 68 di Desa Gempolsari.

Tanggul dengan panjang sekitar 1,7 kilometer dengan tinggi 5 meter itu diperlukan karena berguna untuk menampung luberan lumpur dari titik 73 B Desa Kedungbendo. “Kalau tanggul baru selesai dibangun, aliran lumpur akibat jebolnya tanggul titik 73 B bisa dikendalikan,” tandas Dwinanto.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s